Amal Usaha UAD : Dari Rumah Sakit Hingga SPBU

        Amal usaha Universitas Ahmad Dahlan (UAD) didirikan dengan tujuan untuk menunjang biaya universitas agar tidak bergantung pada Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) mahasiswa. Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Poros melakukan penelitian terkait amal usaha UAD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menginformasikan pembaca tentang amal usaha UAD.  Data diperoleh dan diolah dari berbagai sumber dengan teknik pengumpulan data yaitu studi dokumen.

      Dikutip dari Republika.co.id, Safar Nasir selaku Wakil Rektor II yang mengatur pengelolaan sumber daya mengatakan dengan pengembangan amal usaha milik universitas ini telah meringankan beban biaya mahasiswa. Dampak akademiknya, dengan pengembangan amal usaha UAD ini bisa digunakan dalam riset dan peningkatan pengalaman bagi mahasiswa. Sedangkan dampak sosial, ia berharap amal usaha UAD bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat di sekitar amal usaha UAD.

     Sebagai amal usaha Muhammadiyah, UAD memiliki berbagai amal usaha yang tersebar tidak hanya di Yogyakarta melainkan ada di Nusa Tenggara Barat (NTB), Makasar, Lampung, serta Padang. Amal usaha tersebut antara lain Rumah Sakit (RS) UAD di Sleman, Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) yang sebelumnya mengalami kolaps. Ketiga, Perusahaan kalibrasi alat kesehatan/Laboratorium Kalibrasi dan Uji  (LKU) UAD yang pada 2014 meraih akreditasi KAN/IEC 17025: 2005 sebagai unit layanan publik berbasis kompetensi akademik bidang Fisika Metrologi. Sedangkan pada 2015 Komite Akreditasi Nasional (KAN) LKU-UAD berhak atas metode kalibrasi alat kesehatan tensimeter berbasis ISO/IEC: 17025:2005 atau SNI ISO/IEC: 17025: 2008. Keempat, Klinik MU yang berada di Metro Lampung, Bangka Belitung, dan NTB. Selain itu, terdapat Apotek yang berlokasi tepat di belakang Gedung IT Center Kampus 1 UAD dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sedayu yang diresmikan pada 2016 silam.

    Berbagai amal usaha ini belum termasuk kerjasama lain yang dijalin oleh UAD dengan berbagai instansi pendidikan. Dalam bidang pendidikan, UAD bekerja sama dengan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Wonosobo. Dikutip dari uad.ac.id, UAD telah memberikan sumbangan sebanyak 3,4 miliar. Kedua, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Ketiga, Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Munggang Wetan, Samigaluh, Kulon Progo.  Dikutip dari uad.ac.id, UAD memberi bantuan 67,5 juta yang akan digunakan sebagai dana beasiswa bagi siswa SD Muhammadiyah Munggang Wetan. Amal usaha lain di bidang pendidikan yaitu mendirikan Museum Muhammadiyah di Yogyakarta. Museum tersebut diresmikan melalui peletakan batu pertama oleh Joko Widodo pada 22 Juli 2017. UAD juga mendirikan Sekolah Laboratorium atau Labschool Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 2 Kalasan.

 

Peneliti : Luluh

Editor : Mutiara

Please follow and like us:

persmaporos

Menyibak Realita

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *