Anang Zakaria: Kasus Udin Tidak Hanya Mengenai Persoalan Hukum

         Kasus kematian  Wartawan Fuad Muhamad Syafrudin atau Udin pada 16 Agustus 1996 hingga saat ini belum diusut secara tuntas oleh pihak kepolisian. Anang Zakaria selaku ketua AJI Yogyakarta mengatakan bahwa kasus Udin tidak hanya mengenai persoalan hukum. Baginya yang paling penting adalah kemauan untuk menuntaskannya.

      Meski demikian, Anang melihat Kapolda DIY sama sekali tidak ada kemauan untuk menuntaskan kasus Udin. Ia bahkan mencatat ada 18 kali pergantian Kapolda DIY. Namun ia mengaku belum mengetahui apakah janji penuntasan kasus Udin oleh Kapolda telah dijalankan atau belum. “Karena tidak ada komunikasi (ke masyarakat-red),” lanjutnya.

     Anang menyayangkan bahwa masyarakat yang membangun media komunkasi terkait kasus Udin. Menurutnya tidak ada itikad dari pihak kepolisian. “Pada prinsipnya selalu ada media untuk berkomunikasi.”

     Untuk memperingati 20 tahun kasus Udin yang dibunuh karena berita, (16/8) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta, aktivis, serta Pers mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan Kampanye Kebebasan Pers dan Kebebasan Berekspresi di Tugu Pal Putih. Anang mencontohkan kampanye yang mereka selenggarakan juga adalah media komunikasi. “Orang bisa datang berdialog dan menyampaikan pendapatnya,” tutur Anang.

      Abdus Somad selaku Sekjen Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Nasional juga saat diwawancarai mengatakan, “Polisi tidak serius dalam mengusut kasus Udin.” Menurut Somad, jika kebebasan berekspresi direnggut, maka proses berdemokrasi di Yogyakarta tidak terlalu sehat.

     Ia berharap agar Presiden Jokowi mengutamakan penuntasan kasus Udin. “Jika Jokowi punya misi untuk menuntaskan pelanggaran HAM  berat, harusnya segera tuntaskan kasus Udin,” tambahnya. Ia juga menekankan agar pemerintah Yogyakarta lebih serius serta lebih tegas dalam menegakkan kebebasan berekspresi.

     Diakhir wawancara, Anang berpendapat tidak adanya kejelasan untuk mengusut tuntas kasus Udin akan tetap meninggalkan noktah hitam di DIY.

    Dalam kampanye yang digelar, ada aksi bungkam dan penaburan bunga di Monumen Tugu Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan sejak pukul 17.00 WIB dan berakhir pada 22.10 WIB (16/8).  “Rawat Kebebasan Tolak Kekerasan” menjadi tagline dalam peringatan Udin tahun ini. [Ayun]

Please follow and like us:

Nahrul Hayyat

Sosok Wanita yang sangat senang mimun kopi, baca buku, dan jalan. bisa ditemui di laman facebook : Ayun

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *