Bahas Lahan Parkir dan JPO, DPMU Undang Dishub dan Polresta Jogja

Selasa, 7 Agustus 2018 Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan Public Speaking untuk membahas kondisi parkir di depan Kampus I serta rencana pembuatan JPO di Jalan Ringroad Selatan, tepat di depan Kampus IV UAD. Acara tersebut turut dihadiri oleh Dinas Perhubungan (Dishub)  dan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Yogyakarta sebagai narasumber.

Hampir setiap hari, Jalan Kapas di depan Kampus I UAD mengalami kemacetan. Hal ini salah satunya karena pemarkiran kendaraan yang dilakukan di kedua sisi jalan satu arah tersebut. Di sisi lain lokasi yang berdekatan antara Kampus, sekolah dan perkantoran memang membuat jalan ini ramai sehingga mudah macet.

Marija selaku Kanit Dikyasa II Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Yogyakarta menyatakan bahwa  kampus seharusnya membangun kampus dengan sarana dan prasarana parkiran yang mamadai.  Kenyataannya lahan parkir yang disediakan kampus kurang memadai.

Menanggapi masalah kemacetan di jalan tersebut Marija  mengatakan   akan membahasnya dalam forum lalu lintas Kota Yogyakarta. “Nanti kita masukkan dalam pembahasan,” ujarnya.

Marija juga menambahkan bahwa parkiran di kedua sisi jalan depan Kampus I UAD adalah parkiran resmi. “Karena ada rambu kalau tidak rambu brarti dengan marka. Juru parkirnya resmi, Pak ? Itu resmi, mereka terdaftar ada semua. Perkara mereka tidak memakai baju (baju identitas juru parkir) dan sebagainya itu karena kesalahan mereka,” tambahnya.

Bangun JPO dengan Dana Kampus

Mengenai penyeberangan mahasiswa yang tinggal di seberang Kampus IV UAD di Jalan Ringroad Selatan,  Marija memberikan solusi agar dibangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) sebab Ringroad tidak bisa dibuat zebra cross.  Sebelum membangun JPO, banyak hak yang harus dipertimbangkan seperti berapa jumlah orang yang akan lewat JPO tersebut. Sebab jika tidak digunakan JPO rentan rusak sedangkan biaya pembuatannya cukup mahal.

Menurut Marija pembangunan JPO juga dapat dilakukan langsung oleh UAD. “Cuma permasalahannya kan biayanya berapa gitu, yang mau lewat berapa orang. Jadi ada manfaatnya, tujuan membangun itu manfaatnya optimal atau tidak?” ungkap Marija.

Ditemui usai acara, Arosyid selaku perwakilan dari DPM Fakultas Sastra Budaya dan Komunikasi (FSBK) menyampaikan data yang didapat dari acara tersebut nantinya akan digunakan dalam dialog dengan pihak rektorat UAD.  “Sehingga (data-red) itu yang akan menjadi tuntutan kita sama rektorat,” ujarnya

Acara ini diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan kepada narasumber dan foto bersama perwakilan Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPMF) yang hadir.

Penulis : Anggi

Editor : Nur

Please follow and like us:

persmaporos

Menyibak Realita

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *