EDSA Batal Suksesi

Minggu (16/12), EDSA (English Department Student Association) membatalkan suksesi yang telah direncanakan kurang lebih sebulan yang lalu.

Hal ini karena belum mendapatkan izin resmi dari (Tim Pembina Mahasiswa) TPM. Kepada panitia sekaligus pengurus EDSA, pihak TPM yang diwakili oleh Muhammad Joko Susilo, S.Pd. menyarankan agar EDSA mengganti suksesi tersebut dengan serah terima jabatan dari ketua kepada sektretarisnya jika memang ketua dan wakil ketua tidak sanggup lagi mengemban amanahnya.

Staf LPP UAD ini menambahkan, jika memang tak ada calon lain, buat apa harus menyelenggarakan suksesi? Lebih baik dana untuk suksesi digunakan untuk memantapkan program kerja kepengurusan selanjutnya.

Meski masih menyimpan rasa kecewa dan keraguan akan nasib calon pengurus baru, karena sampai serah terima ini dilaksanakan, belum ada kejelasan dari TPM siapa saja yang lolos seleksi pengurus.

Mau tidak mau seluruh pengurus EDSA sepakat untuk menerima saran Pak Joko, sapaan akrab dosen, yakni mengganti suksesi dengan serah terima jabatan dari Hanafi Harun (ketua EDSA periode 2007-2008) kepada Tri Winarningsih (Sekretaris EDSA 2007-2008). Serah terima yang hanya berisi pidato pertanggungjawaban ketua dan pidato ketua baru ini dihadiri oleh Ibu Indah sebagai sekretaris prodi dan Pak Joko dari pihak TPM, tanpa Laporan Pertanggungjawab (LPJ).(Pey)

persmaporos

Menyibak Realita

Mungkin Anda Menyukai

3 tanggapan untuk “EDSA Batal Suksesi

  1. ada baiknya bagi kepengurusan yang baru bila melakukan analisa keadaan proses pengkaderan, atau mungkin melakukan sharing dengan EDSA di universitas lain baik yang ada di Jogja maupun di daerah lain, tentang proses atau strategi pengkaderan guna mengembangkan kualitas pengkaderan EDSA UAD.

  2. Saya sangat prihatin dengan kondisi EDSA saat ini.
    Menurut saya EDSA memiliki banyak kader2 yg berkualitas.
    Harap ini menjadi perhatian, jangan biarkan produktifitas EDSA terganggu karena masalah ini, cayo wat EDSA

  3. maf, ikut nimbrung…TPM itu apa sih? yg sy ketahui tidak ada stuktur TPM dlm organisasi kemahasiswaan..ini keputusan siapa? kongres kan blm, masih maret nanti????? perlu diwaspadai..lantas fungsi kinerhanya ap? bukannya dah ada PD III, gak rancu juga pola kerjanya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *