Heru Astar : Apalagi Tugas Mahasiswa Kalau Tidak Melawan

      “Mereka semua di drop out karena hanya berani mengkritisi rektornya, lalu apalagi tugas mahasiswa kalau tidak melawan,” ungkap Heru Astar, Presiden Mahasiswa UAD, dengan suara lantang.

       Selasa (15/8) Heru Astar, presiden mahasiswa UAD memberikan sambutan dalam pembukaan Program Pengenalan Kampus (P2K) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 2017. Sekitar lebih dari 4000 mahasiswa baru hadir pada pelaksanaan P2K di Gor Amongrogo, Yogyakarta tersebut.

        Dalam sambutannya Heru Astar mengatakan bahwa mahasiswa itu harus mempunyai jiwa nasionalisme agar dapat membela dan mempertahankan haknya. Menurutnya mahasiswa memiliki peran penting dalam perjuangan bangsa, akan tetapi kenyataan saat ini mahasiswa tidak mau turun langsung memperjuangkan negara. “Mahasiswa sibuk nonton bioskop dan nongkrong di cafe-cafe kapitalis yang itu sebenarnya menghancurkan negeri ini,” ungkap Heru.

        Ia berpendapat mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk mengatasi kebijakan yang kontra terhadap masyarakat. Namun, saat ini tak banyak mahasiswa yang melakukan itu. “Pada masa sekarang mahasiswa lari dari itu semua,” ujarnya dengan tegas.

        Mahasiswa seharusnya menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah. Mereka tidak boleh tinggal diam begitu saja ketika melihat polemik yang terjadi di sekitarnya, Heru kemudian menyebutkan polemik yang sedang terjadi misalnya kasus drop out yang dialami 25 mahasiswa di salah satu universitas Yogyakarta.

        “Mereka semua di drop out karena hanya berani mengkritisi rektornya, lalu apalagi tugas mahasiswa kalau tidak melawan,” ungkapnya dengan suara lantang.

         Di akhir sambutannya, Heru mengatakan seorang mahasiswa yang merupakan pemuda bangsa harus meningkatkan nasionalisme dengan memperjuangkan pancasila. “Seorang mahasiswa, seorang pemuda bangsa harus meningkatkan nasionalisme terhadap negara, cinta tanah air dengan memperjuangkan Pancasila.”

          Selain Heru, Kasiyarno selaku Rektor UAD juga memberikan sambutan dalam pembukaan P2K. Dalam sambutannya Kasiyarno menambahkan apa yang telah dikatakan Heru bahwa mahasiswa harus lebih mencintai produk dalam negeri dari pada produk luar negeri sebagai wujud nasionalisme. “Indonesia harus Berdikari, berdiri di kaki sendiri,” ujarnya dengan nada sedikit tinggi.

         Selain menyampaikan bentuk nasionalisme, Kasiyarno juga berpesan kepada mahasiswa baru agar semangat dalam melanjutkan studinya di perguruan tinggi. “Anda ini adalah orang-orang yang beruntung, karena tak semuanya lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) itu bisa melanjutkan studinya di perguruan tinggi,” tambahnya.[Abdul Gafur]

persmaporos

Menyibak Realita

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *