IKPM Nusantara : Gempa Lombok Jadi Isu Nasional

Sabtu, 11 Agustus 2018 Gerakan Mahasiswa Nusantara di Yogyakarta yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) se-Nusantara menyelenggarakan penggalangan dana untuk korban gempa Lombok di Titik Nol Km Yogyakarta. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya untuk menjadikan gempa Lombok sebagai isu nasional.

“Ya, kami berharap bencana gempa ini menjadi isu nasional sehingga seluruh dunia tahu gempa bumi yang terjadi di Lombok bukan menjadi bencana lokal,” jelas Hasan selaku penanggung jawab penggalangan dana.

Salah satu mahasiswa yang berasal dari Lombok Lalu Muhammad Zainuddin Furqon yang sedang mengikuti acara penggalangan dana tersebut juga merasa khawatir isu-isu hangat yang sedang terjadi di Indonesia akan menutupi isu gempa di Lombok. “Saya harus waspada akan isu pilpres yang saat ini sedang gempar dibicarakan masyarakat, (isu pilpers takutnya-red) dapat menutupi isu gempa di Lombok sehingga kepedulian masyarakat kepada Lombok menjadi kurang,” ungkapnya.

Sejauh ini, Hasan telah melakukan koordinasi dengan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mendata semua korban jiwa dan juga berkoordinasi dengan tim relawan gempa bumi yang ada di Lombok.  Data yang diperoleh untuk saat ini adalah masih tidak adanya tempat yang aman bagi masyarakat Lombok. “Setelah akibat gempa susulan yang sudah terjadi sebanyak 577 kali, masyarakat susah untuk mencari tempat yang aman. Dan kami pun sudah menyiapkan seribu terpal untuk Lombok,” tegasnya.

Hasil penggalangan dana tersebut nantinya akan didistribusikan dengan mengirimkan  kebutuhan logistik berupa terpal, selimut, obat-obatan, dan makanan bayi.

Bukan hanya IKPM saja yang prihatin atas kejadian gempa di Lombok, Muhammad Safiq warga Singapura yang sedang berlibur di Yogyakarta pun juga merasa sedih dan berharap banyak bantuan dari pemerintah. “Harapan untuk pemerintah Indonesia supaya diberi tempat duduk (rumah-red), makanan yang cukup dan pastikan bahwa warga disana sehat,” ujarnya.

Menurut Hasan kegiatan ini merupakan wujud kesadaran bersama dan rasa peduli mahasiswa yang berada di Yogyakarta “Penggalangan dana tersebut mengajak gerakan mahasiswa karena mereka (mahasiswa-red) sama-sama memiliki solidaritas.”

Penulis : Rina

Editor : Nur

persmaporos

Menyibak Realita

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *