Komunitas Ekonomi Jogja Soroti Peluang Ekonomi dari NYIA

Senin, 16 Juli 2018, Komunitas Ekonomi Jogja Istimewa dan masyarakat peduli bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) melakukan deklarasi dukungan untuk percepatan pembangunan NYIA. Deklarasi tersebut diadakan di KAMPAYO XT Square.

Dalam teks deklarasinya, Komunitas tersebut meyakini pembangunan NYIA akan berdampak positif bagi warga DIY terutama dalam hal ekonomi.

Dampak positif yang diyakini akan tercipta adalah pertama meningkatnya kesejahteraan masyarakat  Yogyakarta dan sekitarnya. Kedua membuka akses international bagi masyarakat secara langsung. Ketiga, menampung tenaga kerja berbagai strata keahlian dengan jumlah cukup besar. Keempat, membuka peluang usaha bagi masyarakat luas. Ketiga, meningkatkan akses kunjungan pariwisata, pendidikan, perdagangan, dan perekonomian ke semua penjuru wilayah domestik dan internasional.

Indro Kimpling Suseno, salah satu inisiator acara mengatakan, Komunitas Ekonomi Jogja akan membantu memberikan akses kepada pelaku usaha Jogja seperti memberikan informasi-informasi, memberikan bantuan konsultasi, pelatihan, serta mendorong pemerintah Kulon Progo untuk membuka area yang bagus untuk percepatan ekonomi.

“Semua jenis lapangan kerja dibutuhkan mulai dari tukang cuci, laundry, tukang masak, tukang kompor, sampai tukang tambal ban, sampai ojek, sampai rental mobil, sampai sopir, sampai apapun dibutuhkan ya karena itu nanti disitu nanti akan menjadi kota baru.”

Indro juga menambahkan bahwa keberadaan NYIA akan mempermudah pelaksanaan impor dan ekspor di Yogyakarta. “Jadi otomatis, ekspor langsung kontainer-kontainer dari Temon keluar negeri semua,” ungkapnya.

Hendro Wardoyo, salah satu perwakilan dari Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia juga menjelaskan bahwa dengan adanya NYIA akan membantu urusan ekspor produk permebelan maupun kerajinan dari Yogyakarta. Keberadaan NYIA akan mampu mengurangi biaya operasional untuk ekspor dan impor berbagai perindustrian di Yogyakarta.

Acara ini dihadiri oleh berbagai KADIN/Asosiasi/Himpunan, Organisasi Profesi/Kemasyarakatan/ISM, BUMN/BUMD/BUMDes, IKM/UKM, Dunia Perbankan, serta Warga terdampak dan berbagai Pelaku Ekonomi Jogja.

Penulis : Nur

Editor : Pipit

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *