Konspirasi dibalik Pembunuhan Berencana

Film ini diawali dengan aksi unjuk rasa buruh PT Catur Putra Surya yang dipimpin oleh Marsinah. Marsinah adalah aktivis buruh di Jawa timur. Marsinah menggugat perusahaanya  karena telah melakukan pelanggaran dan tindakan yang dia anggap  tidak sesuai kepada buruh-buruhnya. Setelah unjuk rasa itu dilaksanakan, dibuatlah sebuah keputusan tidak adanya tindak PHK kepada buruh yang melakukan unjuk rasa.Namun pihak perusahaan tidak mengindahkan kesepakatan yang dibuat membuat Marsinah mengajukan surat ancaman kepada perusahaan. Dalam surat ancaman tersebut disebutkan jika tuntutan tidak dipenuhi maka segala pelanggaran yang dilakukan perusahaan terhadap buruhnya akan dilaporkan kepada pihak berwajib.

Paska pengajuan surat ancaman tersebut, Marsinah hilang beberapa hari kemudian dia ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Disinilah konflik muncul, kematian Marsinah membuat tanda Tanya bagi semua orang perihal siapa yang membunuh Marsinah. Hingga suatu hari terdapatlah sebanyak 13 buruh yang ditangkap oknum militer karena diduga melakukan pembunuhan pada Marsinah. Mutiari, salah seorang dari 13 buruh yang ditangkap satu-satunya wanita disana. 13 buruh yang diduga membunuh Marisnah disiksa baik fisik dan mental agar mengakui pembunuhan berencana tersebut. Awalnya mereka menolak karena mereka sama sekali tidak mengetahui pembunuhan tersebut. Hingga semua tahanan tidak tahan penyiksaan yang mereka dapat membuat mereka terpaksa mengakui pembunuhan tersebut kecuali Mutiari. Mutiari tetap kukuh pada pendiriannya karena dia memang tidak terlibat dan tidak membunuh Marsinah. Sampai akhirnya masuk ke meja hijau, dia tetap tidak mengakui tuduhan yang dilontarklan padanya akhirnya dia divonis penjara dan denda sesuai keputusan hakim.

Film ini merupakan sebuah kisah nyata tentang aktivis buruh pada tahun 1993 dimana system pemerintahan otoriter sedang dijalankan saat itu. Sang sutradara Slamet Raharjo Dajarot telah mengemas sedemikian rupa alur cerita film sehingga membuat penonton hanyut dalam jalan ceritanya. Film ini juga didukung dengan acting Diah Arum sebagai Mutiari yang mampu meresapi perannya membuat penonton tersentuh.

Walaupun jalan cerita yang di hadirkan oleh Slamet Raharjo Djarot ini sangat apik, akan tetapi alur film yang maju mundur sedikit membuat  kebingungan bahkan konflik yang dihadirkan di film ini monoton. Konflik yang ada berupa siksaa para buruh dapat ditangkap tanpa adanya awal konflik klimaks dan akhir klimaks. Film ini sangat direkomondasikan pada penonton yang tertarik pada aktivis sosial.(siti)  

persmaporos

Menyibak Realita

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *