LPM Profesi Rilis majalah Edisi III

Sabtu 20 Oktober 2018, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi Fakultas Teknik Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) secara resmi merilis Majalah dan diskusi di gedung kuliah umum Dr. Sardjito UII.

Dicky Puja Pratama selaku pimpinan umum mengucapkan begitu banyak terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu menyelesaikan pekerjaan ini. Sehingga Majalah edisi ketiga  yang digarap hampir satu tahun bisa terbit untuk dibaca kalangan umum khususnya  mahasiswa.

Majalah ini mengambil tema “Memahami Data di Era 4.0”, di mana saat ini sangatlah rentan terjadi pelanggaran hak privasi. Selain itu menurut Nasrul Haqqi selaku pimpinan redaksi, pengambilan tema tersebut bukan tanpa alasan. “Jadi kita mengambil tema itu agar mahasiswa khususnya, itu memahami industri 4.0 yang nantinya kita ini bisa menciptakan pemahaman kita itu,” ujarnya.

Untuk isi majalah terdapat beberapa hal yang dibahas,  pertama mengani perkembangan sains dan dinamika sosial di masyarakat, kedua civitas akademika FTI UII, mahasiswa non FTI UII serta masyarakat pada umumnya, dan selanjutnya mengenai realitas Radio yang saat ini mulai terasingkan. “Di beberapa sisi mengalami istilahnya ketidakpopuleran, tetapi sisi lain radio itu juga disukai oleh beberapa masyarakat,” jelas Nasrul.

Ia juga berharap majalah ini dapat menambah informasi  dan  ilmu bagi pembaca. “Setidaknya sedikit memberikan pengetahuan mungkin bisa berguna bagi teman-teman nanti,” imbuhnya.

Selain merilis majalah, Profesi juga mengadakan diskusi dengan mengundang pembicara Yudi Prayudi, Kepala Pusat Studi Forensika  Digital. Dalam salah satu materi pembahasannya, ia sedikit mengulas  tentang fenomena gaya hidup manusia jaman sekarang atau orang menyebutnya teknosapien di mana di zaman sekarang kita sangat tergantung dengan adanya teknologi.

“Kita lebih baik mungkin tidak makan tidak minum daripada tidak ada batre tidak ada  WiFi, tidak ada makan minum masih bisa kita tetapi kalau tidak ada WiFi tidak ada batre bisa kelimpungan. Jadi itu kondisi ironis hidup kita dizaman ini,” jelasnya.

Penulis : Sigit

Editor : Nur

Please follow and like us:

persmaporos

Menyibak Realita

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *