Maba Bertambah, TM P2K Tahap II FTI Dilaksanakan di Selasar Ruangan

Senin, 3 September 2018, Technical Meeting (TM) Program Pengenalan Kampus (P2K) Tahap II dilaksanakan di Kampus IV. Terdapat peningkatan jumlah peserta P2K Tahap II jika dibandingkan dengan P2K Tahap I. Fakultas Teknik Industri (FTI) merupakan salah satu fakultas yang mengalami peningkatan jumlah peserta.

P2K Tahap II diikuti oleh 2.799 mahasiswa baru (maba) 2018 yang berasal dari sepuluh fakultas di Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Data tersebut didapatkan dari situs resmi P2Kuad.wordpress.com.

Wakil Ketua Panitia Fakultas (Panfak) FTI, Olga Rahmayudi (09/03), mengatakan bahwa jumlah maba yang mengikuti P2K Tahap II memang mengalami peningkatan. “Yang lebih banyak ini memang Tahap II. Yang awalnya kalo Tahap I itu 500, untuk (P2K –red) Tahap II itu 583,” tuturnya. Rahmayudi juga mengatakan bahwa jumlah maba tersebut belum termasuk mahasiswa yang mengikuti P2K Tahap I pindah ke P2K Tahap II dan mahasiswa lama yang mengikuti P2K Tahap II.

Mengantisipasi peningkatan maba, panfak FTI berinisiatif dengan menambah jumlah panitia. “Kita banyak menambah panitia. Terutama pendamping,” tutur Rahmayudi. Jumlah panitia yang awalnya 124 sekarang menjadi 164.

Pelaksanaan TM P2K FTI dipusatkan di selasar ruangan lantai 3 sayap timur Kampus IV UAD. Hal tersebut dikarenakan tidak tersedianya ruangan yang mencukupi untuk menampung semua maba yang mengikuti P2K Tahap II. “Awalnya kita punya tujuh ruangan. Tetapi melihat jumlah mahasiswanya, tidak cukup dengan tujuh ruangan itu,” ujar Rahmayudi. Panfak FTI juga mengakui kelemahan terkait pelaksanaan TM. “Minusnya di sini yang bagian belakang tidak kedengeran,” ungkap Rahmayudi.

Dida Diawara Vavanoli, maba Program Studi (Prodi) Teknik Industri FTI 2018 mengungkapkan bahwa dirinya sempat merasa kecewa karena tidak diikutkan dengan P2K Tahap I. “Sempat kecewa. Kenapa ngga digabung saja,” tutur Dida. Dia juga berpendapat bahwa bisa saja terjadi ketimpangan antara maba yang mengikuti P2K Tahap I dan P2K Tahap II terkait proses pelaksanaannya.

Selain itu, Dida juga menyayangkan terkait proses pelaksanaan TM FTI. Ia merasa bahwa perlu adanya persiapan teknis terkait pengeras suara. “Saran saya, speaker atau pengeras suara diperbanyak. Saya di belakang juga ngga denger,” ungkap Dida.

Penulis : Yosi

Editor : Nur

persmaporos

Menyibak Realita

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *