Meningkatkan Kinerja Dosen Melalui Program “Lecturer Award”

Setiap fakultas dalam universitas dituntut untuk meningkatkan dan memperbaiki elemen-elemen yang ada di fakultas termasuk kinerja dosen. Mengapa demikian, karena dosen merupakan tenaga pendidik ditingkat Perguruan Tinggi (PT) yang tugasnya tidak hanya mengajar namun melakukan penelitian (riset) dan pengabdian seperti yang terkandung dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Ketiga tugas dosen tersebut harus dipenuhi, namun dalam realisasinya masih ada beberapa dosen yang tidak terlalu mementingkan salah satu dari tiga tugas tersebut.

Pertama dalam hal pengajaran kepada mahasiswa, beberapa dosen masih menggunakan sistem pembelajaran yang lampau seperti pemaparan materi hanya menggunakan bahan buku saja untuk pembelajaran, padahal dalam era modern ini pengajaran kepada mahasiswa dapat dirubah melalui teknologi sebagai contoh pemaparan materi melalui slide power point, e-book, dan lainnya hal ini ditujukan guna memudahkan mahasiswa untuk menyerap poin-poin materi yang disampaikan oleh dosen, namun dengan tetap memberikan referensi buku yang menjadi rujukan.

Kedua, dilansir dari sumberdaya.ristekdikti.go.id dalam hal penelitian atau riset tidak banyak dosen yang fokus untuk melakukan hal ini. Padahal riset merupakan kewajiban dari seorang dosen sebagai penunjang karirnya, di sisi lain hasil dari riset itu dapat dipaparkan kepada mahasiswa sebagai materi pembelajaran.

Seperti yang dikutip dari okezone menurut Ganjar, penelitian merupakan bagian kewajiban minimal yang harus dilaksanakan oleh seorang dosen. Hal tersebut dapat menjadi tolok ukur bagi pengembangan karirnya. Namun, penelitian yang dilakukan haruslah mempunyai output bagi pengembangan universitas dan masyarakat.

Ketiga, dalam pengabdian kepada masyarakat pun, yang sebagai tindak lanjut dari riset juga tidak banyak dosen yang melakukan tugas pengabdian tersebut.

Persoalan di atas menunjukan bahwa kinerja dosen yang aktif sangat dibutuhkan oleh fakultas dalam universitas.

Ketiga persoalan di atas bukan berarti dosen tidak melakukan sama sekali tugasnya (pengajaran, penelitian dan pengabdian), hanya saja kinerja dosen dalam melaksanakannya kurang semangat dan aktif untuk berlomba-lomba meraih prestasi yang terbaik di antara dosen-dosen lainnya. Persoalan tersebut melahirkan sebuah gagasan untuk bagaimana kinerja dosen supaya aktif dalam melaksanakan tugasnya yang antara lain melakukan pengajaran, penelitian dan pengabdian ?.

Rekomendasi penulis, membuat sebuah program yang bernama “Lecturer Award”. Program ini merupakan pemberian penghargaan atas kinerja dosen yang aktif dalam menjalankan tugasnya. Program ini ditujukan agar para dosen dapat berlomba-lomba untuk meraih prestasi yang terbaik atas kinerjanya.

Konsep dari program ini adalah membuat beberapa kategori penghargaan, antara lain : Pertama, Lecturer Award untuk pemaparan materi perkuliahan dari dosen terbaik. Kedua, Lecturer Award untuk dosen pembimbing terbaik. Ketiga, Lecturer Award untuk jurnal dosen terbaik. Keempat, Lecturer Award untuk hasil riset dosen terbanyak. Kelima, Lecturer Award untuk pengabdian dosen kepada masyarakat terbaik dan lain sebagainya. Penghargaan tersebut diberikan dan diperoleh dari kuisioner & penjurian oleh panitia (berdasarkan pertimbangan riwayat dosen). Pemberian penghargaan dapat berupa sertifikat dan sejenisnya. Kemudian program tersebut dijalankan bersama dengan serangkaian kegiatan milad/HUT dimasing-masing fakultas universitas yang diajukan oleh Kaprodi kepada panitia pelaksana milad/HUT yang biasanya dilaksanakan oleh BEM fakultas.

Adanya program “LECTURER AWARD” yang diadakan bersamaan dengan serangkaian kegiatan milad/HUT, penulis berharap kinerja dosen disetiap fakultas dalam universitas dapat meningkat kinerjanya serta bertindak aktif dan semangat untuk mencapai prestasi dan berlomba-lomba dengan menjalankan tugas dosen yang sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pengajaran, penelitian dan pengabdian) dengan baik dan sepenuhnya.

Penulis:

Indra Wicaksono (Mahasiswa UAD S1 Ilmu Hukum)

Editor: Aponk

Please follow and like us:

persmaporos

Menyibak Realita

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *