Rektor UAD Tidak Hadir, Audiensi Ditunda

Hingga pukul 17.30 WIB aksi yang digelar oleh KBM UAD belum mebuahkan kesepakatan. Hal ini dikarenakan audiensi bersama beberapa pihak kampus di tunda akibat ketidakhadiran Kasiyarno selaku rektor UAD. Massa aksi memutuskan untuk menunggu hingga rektor datang.

Persmaporos.com – Seusai memberikan tanggapan kepada massa aksi, Hendro Setyono mempersilahkan perwakilan mahasiswa untuk melakukan audiensi di Ruang Auditorium bersama pihak kampus. Adapun pihak kampus yang hadir, yaitu Kepala Biro Finansial dan Aset (BIFAS), Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BIMAWA), Wakil Rektor I, Wakil Rektor III dan Kepala Bagian  Keuangan. Meski beberapa perwakilan pihak kampus telah hadir, massa aksi tidak ingin melaksanakan audiensi jika Kasiyarno tidak hadir.

Abdul Fadlil selaku Wakil Rektor III memberikan tawaran kepada massa aksi untuk diskusi tanpa rektor. Fadlil mengatakan bahwa pihak kampus yang hadir saat ini sebetulnya telah mewakili dan sekaligus bisa memberikan keputusan. Namun, massa aksi tetap tidak ingin menentukan kesepakatan sebelum rektor hadir. “Tergantung mahasiswa, sebenarnya kita bisa memutuskan beberapa keputusan misalnya masalah yang ringan-ringan dulu,” ujar Fadlil yang menaungi Bidang Pengembangan Kemahasiswaan dan Pemberdayaan Alumni.

Ia pun menjelaskan rektor berhalangan hadir dikarenakan siang hari ia menghadiri acara disertasi di UGM dan pada malam harinya akan menghadiri pertemuan di Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Hal senada diungkapkan oleh Bayu Aji selaku koordinator umum aksi KBM. “Katanya kalo siang tadi rektor uji disertasi, trus kalo malem ini ada acara apa itu perkumpulan PTS,” kata Bayu yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas (DPMU).

Tanggapan datang dari Viky selaku Koordinator Lapangan (Korlap) bahwa aksi ini akan dilakukan hingga pagi hari (26/11). Hal ini disebabkan karena ketidakhadiran rektor dalam audiensi. Disela waktunya bermalam di Audit Kampus I, ia mengatakan KBM akan berencana memboikot rektorat. Ia juga menuturkan bahwa langkah ini diambil agar tuntutan bisa direspon oleh rektor. “Kita sudah bosan dengan pihak rektorat, audiensi-audiensi tapi tidak membuahkan hasil yang maksimal,”  tegasnya.

Saat di wawancarai Poros, Bayu Aji selaku koordinator umum berharap agar kesepakatan dengan rektor nantinya tidak hanya sebatas kesepakatan yang dibubuhi tanda tangan di atas materai tanpa adanya realisasi yang nyata. Tuntutan tersebut antara lain, tiadakan P2K susulan, hapuskan kuliah malam dan kenaikan biaya Satuan Kredit Semester (SKS). Disisi lain ia menjelaskan bahwa jika tuntutan tidak direalisasikan, ia akan mengambil sikap untuk menghimpun massa yang lebih besar. [Ayun]

Please follow and like us:

persmaporos

Menyibak Realita

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *