Uang Kuliah Naik, DPM FTI Ingin Ada Transparansi

Saat memasuki bangku perkuliahan, mahasiswa yang mendaftar di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta akan diberikan buku panduan. Didalamnya terdapat komponen biaya pendidikan kuliah yang sudah dirincikan oleh pihak perguruan tinggi. Rincian tersebut akan menjadi pegangan hingga mahasiswa lulus. Setiap semester mahasiswa bisa mengakses jumlah biaya Satuan Kredit Semester (SKS) teori dan praktikum melalui portal.uad.ac.id. Kendati telah ada rincian pada buku panduan, mahasiswa merasa ada kejanggalan yang terjadi.

Setelah dikroscek, beberapa mahasiswa menemukan ada perbedaan antara yang tertera di buku panduan dan portal. Seperti yang dialami mahasiswa Teknik Kimia Surino, ia mengaku kebingungan setelah mengetahui ada perbedaan biaya. “Kan saya lihat di buku PMB UAD kalo per SKS (biaya-red) segini. Kok tiba – tiba naik,” ungkapnya

Saat ditemui di ruang kerjanya, Sumaryanto selaku Kepala Bidang Keuangan Universitas menegaskan bagi mata kuliah yang teori, dari masuk kuliah hingga lulus mengunakan buku panduan sebagai pegangan. Artinya uang kuliah akan sesuai dengan rincian di dalam buku tersebut. “Dan insya Allah gak ada kenaikan yang praktikum,” tambah Sumaryanto.

Ia juga mengatakan bahwa SKS untuk mata kuliah teori tidak mengalami kenaikan. Namun, ada mata kuliah 0 SKS dari Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) yang ada pembiayaannya. Hal ini yang menyebabkan perbedaan biaya antara buku panduan dan portal. “Ini lo perbedaannya, karena apa? Ada 0 SKS. Tapi di LPSI ada pembiayaan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan perbedaan biaya dikarenakan sistem yang masih fakultatif artinya terserah fakultas masing–masing. Seperti Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang juga menarik biaya untuk program magang. Dan beberapa prodi yang memang memasukkan biaya buku ke portal.

Disisi lain, Ilham Mufandi selaku Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (DPM FTI) merasa ada kejanggalan dengan biaya tambahan di portal. “Ada kejanggalan biaya praktikum dan bimbingan untuk semester tua,” ungkapnya.

Selain kejanggalan yang dirasakan, Ilham mengeluhkan naiknya biaya praktikum yang tidak sesuai dengan penyediaan fasilitas. “Praktikumnya gitugitu aja. Alatnya juga masih standar,” tambahnya.

Ilham juga mempertanyakan aliran uang praktikum yang selama ini dibayar oleh mahasiswa. Pasalnya ia mengatakan belum ada perkembangan pada fasilitas laboratorium. Ia pun  berharap agar ada audiensi dan transparansi dana terkait biaya kuliah. ”Ada audiensi terkait keuangan. Arah gerak alur uangnya itu kemana,” tegasnya.

Menanggapi keluhan mahasiswa, Sumaryanto mengatakan jika biaya kuliah berbeda dengan buku panduan UAD, mahasiswa bisa meminta klarifikasi biaya di ruangannya. “Kalo ada teman–teman mahasiswa merasa beda dengan buku PMB silahkan datang kesini aja. Nanti tak konfirmasi dan kita hitung (bersama-red),” jelasnya. [Azizah]

persmaporos

Menyibak Realita

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *