ARB Gelar Aksi PPKM: Peraturan Pemerintah Korbannya Masyarakat

Bagian Hubungan Masyaraka atau Humas ARB, Revo, menuturkan bahwa aksi yang dilakukan untuk menyampaikan aspirasi terkait  penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang selama ini diberlakukan. Namun, alih-alih penerapan PPKM yang diharapkan berdampak baik, justru memberikan dampak buruk bagi masyarakat.

“Sampai hari ini justru semakin banyak kasus Covid-19 dan menurunya perekonomian masyarakat,” ungkap Revo

Baca selengkapnya

Membuang Tulisan Haryono Kapitang ke Tong Sampah

Ketika membaca artikel berjudul Kritik Terhadap Narasi Robohnya Demokrasi Kita, saya berpikir, tulisan itu akan menggemparkan dan menggelitik mahasiswa di Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Sebab, latar belakang dan gelar penulis begitu berat dan menyeramkan. Penulis (gadungan) itu bernama Haryono Kapitang, mahasiswa PAI UAD, penulis buku Teologi Kemenangan, kontributor Rahma. Id, Ibtimes.id, dan media lainnya.

Baca selengkapnya

Yang Harus Dibabat, yang Harus Disokong

saya kaget melihat tulisan sejelek itu kok bisa-bisanya ditayangkan. Tentu, saya menduga di internal redaksi Poros pasti ada dilematis ketika mendapati tulisan jelek Yono bersarang ke surat elektroniknya. Sebab, jika tulisan itu tidak dimuat, bakal membentuk opini publik bahwa Pers Mahasiswa Poros antikritik. Terlebih lagi yang dibantah adalah tulisan dedengkot atau Pemimpin Redaksi Poros, Adil Al Hasan. Di sisi lain, jika tetap dimuat, apa kata sidang pembaca terhadap tulisan yang kerempeng data, jelek, dan berbau disclaimer itu. Payah!

Baca selengkapnya

Badut Teriak Badut: Kritik Terhadap Tulisan Robohnya Demokrasi Kita

Pertama, saya sangat setuju pada pemaparan apik Adil Al Hasan mengenai kondisi terkini Hak Asasi Manusia (HAM) dan demokrasi di Indonesia yang semakin hari semakin memburuk. Saya rasa, tidak ada satu pun dari kita yang bisa membantah terkait data-data maupun kutipan-kutipan elegan dari berbagai sumber yang dibawakan penulis. Sungguh, hal ini membuktikan bahwa penulis bukanlah mahasiswa yang hari-harinya cuma dihabiskan untuk duduk manis di bangku mendengarkan dosen bercerita semaunya. Ini menunjukkan bahwa penulis betul-betul mempunyai keahlian untuk berbicara perihal tema ini, terlebih beliau adalah seorang yang aktif di media beken mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Poros maksudnya.

Baca selengkapnya

Robohnya Demokrasi Kita

Di kampus yang memiliki masjid besar bin megah tapi salah kiblat itu—Universtias Ahmad Dahlan, maksudnya—mengalami kemunduran demokrasi yang, astaga, memprihatinkan. Padahal, seharusnya kampus dapat menjadi ruang bagi siapa pun untuk berekspresi. Sejak zaman baheula, kampus yang katanya favorit ini selalu mendiskriminasi aneka organisasi mahasiswa, seperti Himpunan Mahasiswa Islam, Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia, dan lain sebagainya. Setiap masa penerimaan anggota baru dari setiap organisasi yang tidak diakui di UAD itu, mereka tidak boleh melakukan proses perekrutan di dalam wilayah kampus, bahkan pernah mereka diusir dari tanah airnya kampusnya sendiri.

Baca selengkapnya

Penjajah Itu Bernama Pemerintah dan Oligarki

Apa yang membuat Anda begitu kejam kepada rakyat Papua? Apa yang melatarbelakangi Anda terus mengusik kehidupan rakyat Papua? Sejarah kehidupan semacam apa yang kalian miliki, sehingga kalian begitu kejamnya kepada rakyat? Bahkan, Sengkuni pun bukan tandingan kalian. Bisa mendapatkan gaji begitu besar, kemewahan, popularitas, jabatan, dan hal lainnya dengan mudah, apakah itu kurang? Mengapa kalian melebihi batas kewajaran sebagai manusia?

Baca selengkapnya