catatan ke 21

                                    Senat Memilih, Pusat Tentukan?

 

Entah dari mana kami harus memulainya. Keterlambatan penerbitan yang molor seminggu ini sudah cukup menjadi beban tersendiri bagi kami. Sampai-sampai dalam tubuh keredaksian pun mengalami frustasi dan terjerembab dalam “ideologi-ideologi pragmatisnya”. Sudah banyak ungkapan tentang keampuhan pena sebagai alat utama revolusi, dan kami pun menyakini sepenuh hati dan kesadaran akan ungkapan itu. Akan tetapi menjadikannya benar-benar sebagai alat yang ampuh untuk revolusi sungguh merupakan tugas yang cukup berat sebagai “Tentara Pena”. Namun semua itu sudahlah menjadi tugas dan tanggung jawab kami yang harus diutamakan, demi kemaslahatan almamater bersama.

Pembaca yang setia, dalam edisi 21 ini POROS mencoba menurunkan laporan terbaiknya. Menyoroti tentang pernik prosesi pilrek periode 2007-2011. Lucky Number 25 yang dimiliki Kasiyarno bisa saja tersandung oleh sebuah “penolakan restu” yang di mandatkan oleh pusat. Senat memilih, namun pusatlah dalam finishing-nya.

Namun, siapa pun itu, sebagai seseorang yang “terpilih” dan “terbaik” diantara yang baik, hendaklah menjadikan semua elemen yang ada dapat disenergiskan menjadi lebih baik. Untuk itu banyak proses yang yang harus dilalui. Pelayanan, kinerja dan profesionalitas profesinya.

Lewat media yang sangat sederhana inilah kami selalu mencoba menabur harap, semoga POROS tetap menjadi wadah demokrasi guna menjembatani seluruh aspirasi yang ada. Salam.

Please follow and like us:
Avatar

persmaporos

Menyibak Realita

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *