Eksistensi Kantin Kampus IV UAD

Kantin Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terletak di bagian barat gedung Fakultas Kedokteran (FK). Didirikannya kantin ini sebagai pendukung sementara kebutuhan fasilitas civitas akademika. “Memang benar kantin itu masih bersifat sementara. Melihat rencana pengembangan Kampus IV UAD, maka di situ dapat dilihat bahwa akan didirikannya kawasan khusus untuk bisnis corner yang berisi berbagai macam kuliner,” ujar Ahid selaku kepala Biro Finansial dan Aset (Bifas).

Selain itu, Ahid juga menuturkan bahwa kawasan bisnis corner tersebut akan menggantikan secara total fungsi dari kantin saat ini. Hal itu karena memang bukan area kantin. Ke depannya, gedung itu juga akan dijadikan sebagai pusat bisnis, kuliner, pelayananan bank, maupun retail-retail lainnya.

Pembangunan bisnis corner masih dalam tahap perencanaan dan belum diketahui kapan akan dimulai. Kepala Bifas itu menjelaskan bahwa tahapannya adalah setelah pembangunan Museum Muhammadiyah itu selesai.

Ahid menjelaskan bahwa Kantin Kampus IV tidak secara langsung dikelola oleh pihak kampus, melainkan dikelola oleh pihak Koperasi ADI. Para penjaga kantin dipilih melalui berbagai seleksi yang berkaitan dengan produk makanan, mulai dari enak atau tidak makanan yang akan dijual, kehigienisan, termasuk juga rencana usaha apa yang akan dikembangkan.

Bukan hanya itu saja, setiap penjaga kantin juga wajib membayar harga sewa  sebesar Rp500.000,- setiap bulan. Adapun fasilitas-fasilitas yang mereka dapati seperti, listrik dan juga saluran air.  Berbagai upaya juga telah dilakukan oleh pihak Koperasi ADI seperti memanfaatkan lahan kosong di depan kantin untuk dibentuk sedemikian rupa agar dapat menambah kapasitas tempat makan. Namun, hal itu tetap belum bisa untuk menampung semuanya.

Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Poros melakukan penelitian guna mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kantin Kampus IV. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menyebarkan 339 kuesioner yang berisi empat pertanyaan tertutup dan satu pertanyaan terbuka. Kuesioner diedarkan pada 25-27 November 2019 yang dibagikan kepada mahasiswa di Kampus IV.

Baca Juga:  Amal Usaha UAD : Dari Rumah Sakit Hingga SPBU

Hasil penelitian menunjukkan 5,30 persen mahasiswa sangat sering makan di kantin, sementara 46,01 persen sering makan di kantin, 44,42 persen belum pernah makan di kantin, dan eror 4,42 persen. Kemudian dari pernyataan mahasiswa yang pernah makan di kantin, 18,28 persen menjawab bahwa pelayanan kantin sangat baik, 33,03 persen berpendapat biasa saja,  3,53 persen berpendapat bahwa pelayanan kantin kepada konsumen kurang baik, dan eror sebesar 0,58 persen.

Kemudian dari hasil kuesioner kenyamanan; 11,50 persen mahasiswa merasa sangat nyaman saat makan di kantin, 7,37 persen merasa kurang nyaman, 35,10 persen merasa biasa saja, dan sisanya 0,58 persen merasa tidak nyaman serta eror 0,29 persen. Berkaitan dengan masalah harga, 41,88 persen mahasiswa setuju apabila harga penjualan di kantin Kampus IV terjangkau. Sisanya terdapat 12,09 persen mahasiswa beranggapan bahwa harga jualan yang ada di kantin Kampus IV tidak terjangkau untuk kalangan mahasiswa. Kemudian untuk eror diperoleh 1,47 persen.

“Makanan di kantin Kampus IV itu bermacam-macam dan harganya pun sangat terjangkau. 10 ribu sudah dapat mie ayam. Porsinya banyak juga untuk harga 10 ribu,” tulis Mahista, mahasiswa program studi (prodi) Pendidikan Matematika.

Sama halnya dengan Dwi Noviola mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). “Hampir setiap tiga hari sekali saya berbelanja (makan-red) makanan di kantin. Harga murah dan dekat dari kampus. Sehingga saya tidak perlu pakai motor jika merasa lapar.” Kemudian sebagian dari responden terdapat 44,24 persen mahasiswa belum pernah makan ke kantin Kampus IV.

Penulis: Parlindungan

Penyunting: Fikria

Persma Poros
Menyibak Realita