Galang Dana, UAD Naikkan SPP Sepuluh Ribu

Pada 28 September lalu, Indonesia dikejutkan dengan gempa yang mengguncang Kota Palu dan Kabupaten Donggala dengan kekuatan 7,5 SR yang menimbulkan tsunami.  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat data jumlah korban meninggal dalam bencana tersebut mencapai 2.256 orang. Parahnya kerusakan mengakibatkan lebih dari 16.000 warga mengungsi.

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pun melakukan penggalangan dana untuk membantu para korban  dengan  cara  menaikkan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) mahasiswa sebanyak Rp. 10.000. Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Poros pada 17 Desember lalu melakukan penelitian dengan menyebarkan 347 kuesioner yang berisi dua pertanyaan tertutup dan dua pertanyaan terbuka kepada mahasiswa UAD untuk memastikan bahwa mahasiswa mengetahui latar belakang kenaikan Rp. 10.000 di SPP tersebut.

Hasil penelitian pun menunjukkan sebanyak 58,8 persen mahasiswa tidak mengetahui informasi tentang penggalangan dana Rp.10.000 untuk Palu dan Donggala. Sedangkan  40,6 persen mahasiswa mengetahui.

Dari 40,6 persen yang mengetahui tersebut, 32 persen diantaranya mengetahui dari kampus, 41,8 persen tahu dari teman, dan sisanya 18,4 persen menjawab lain-lain seperti dari dosen, portal, dan sosial media.

Sebanyak 95,1 persen mahasiswa menjawab penggalangan dana penting guna membantu saudara kita yang membutuhkan, akan tetapi mahasiswa mengeluhkan kurangnya sosialisasi terkait penggalangan dana tersebut. Seperti disampaikan Nallamahasiswa Pendidikan Biologi angkatan 2017 dalam kuesioner, “Informasi penggalangan dana bisa disebarkan secara luas seperti poster di akun sosial media Instagram HMPS, BEM, maupun Portal karena biasanya mahasiswa memfollow akun tersebut,” tulisnya.

Beberapa mahasiswa juga mengeluhkan adanya tambahan pembayaran SPP Rp.10.000 tersebut, sedangkan sebelumnya mereka sudah membayar SPP lunas. Terkait hal ini Desta Rizky Kusuma selaku Kepala Bagian Keuangan mengatakan jika ada kekurangan pembayaran tidak masalah, karena bisa dilakukan di semester berikutnya.

“Semisal anda tidak bisa membayar Rp.10.000 sekarang ya semester berikutnya, nanti pas mau registrasi semester baru. Tapi kalau anda tidak keberatan langsung bayar ya ndak masalah.” kata Desta saat diwawancarai Reporter Poros, pada Rabu (26/12) lalu.

Penulis : Siska

Infografis : Halim

Editor : Rina

Please follow and like us:
Avatar

persmaporos

Menyibak Realita

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *