Pembukaan ICTE 2019, Kades Panggungharjo: Jangan Tinggalkan Desa, karena Desa Layak Diperjuangkan

Selasa, 12 November 2019. International Conference on Transformative Economy 2019 dibuka di Balai Desa Panggungharjo, Bantul. Sebagai pembuka, Asian Solidarity Economy Council (ASEC) menggelar diskusi dan bincang-bincang bersama peserta konferensi. Kepala Desa Panggungharjo Wahyudi Anggoro Hadi sebagai pembicara pertama dalam diskusi menjelaskan, dalam kerjanya selalu melibatkan masyarakat untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada pemerintahan desa. Sehingga, dari hal tersebut muncul partisipasi, kegiatan, dan inisiatif ekonomi yang dilakukan bersama-sama untuk mengatasi masalah di masyarakat. “Jangan tinggalkan desa, karena desa layak diperjuangkan,” pungkasnya.

Acara tersebut dihadiri sekitar 40 peserta dari berbagai kalangan dan negara, sepeti Indonesia, dan sekitar 21 peserta dari negara-negara di Asia, seperti Malaysia, India, Hongkong, Srilanka, Swiss, dan Thailand. Diskusi pun dipandu oleh Eri Trinurini Adhi dari (ASEC), didampingi Catur Sugiyanto Universitas Gadjah Mada, Purwo Santoso Universitas Nahdlatul Ulama, dan Wayudi Anggoro Hadi Kepala Desa Panggungharjo.

Sebagian besar peserta datang dari kalangan akademisi. Hal tersebut dijelaskan dalam berita acara. Fenomena ini pun disebut sebagai peluang untuk menciptakan kerja kolaboratif, antara desa dan istitusi pendidikan. “Kegiatan ini menanam harapan, agar terwujudnya naskah akademik yang berpihak pada masyarakat desa,” dikutip dari berita acara.

Dalam konferensi yang berlangsung selama 12-13 November ini, peserta akan melaksakan serangkaian kegiatan. Hari pertama, peserta akan melihat dan mendiskusikan ekonomi solidaritas di Desa Panggungharjo yang telah mewujudkan ekonomi solidaritas secara nyata. Hari kedua, peserta akan praktik ekonomi solidaritas yang telah diterapkan di Desa Panggungharjo.

Chandra Firmantoko sebagai Koordinator ASEC Indonesia berharap, masyarakat secara luas dapat melihat bahwa ekonomi solidaritas bukan hanya sebuah teori. Namun, sebuah hal bisa diwujudkan untuk menjawab permasalahan perekonomian global yang selama ini mengkhawatirkan, karena praktik ekonomi yang hanya mementingkan kepentingan kapital. “Itulah tujuan konferensi ini,” ungkapnya.

Penulis : Adil

Avatar

persmaporos

Menyibak Realita

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *