182 views

Satu Periode DPMU: Dana yang Diperkirakan Keluar Mencapai 50 Juta  

Selama satu periode ini, Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas (DPMU) telah menghabiskan dana sekitar 50 juta untuk melaksanakan agenda kerjanya. Agenda kerja tersebut di antaranya pembacaan situasi kampus dan nasional, sidang paripurna DPM pengawasan terhadap Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Rapat Koordinasi Nasional (Rakernas) DPM PTMI, dan lain-lain. 

“Kalau jumlah pastinya, kami belum merekap,” tulis Widi Khohar selaku Wakil Ketua DPMU saat diwawancarai Poros melalui pesan WhatsApp (7/12).

Selain mendapatkan dana dari kampus untuk melaksanakan agenda kerja tersebut, DPMU juga menggunakan dana kas internal. Dana kisaran 50 juta tersebut sudah merupakan gabungan dari dana yang diberikan Bimawa dan kas DPMU. Adapun satu agenda kerja yang sudah terlaksanakan dan membutuhkan dana paling besar adalah upgrading atau rapat kerja, yaitu sekitar tujuh juta. Dana tersebut akan digunakan salah satunya untuk menyewa tempat kerja.

Mayanno selaku Bendahara Umum DPMU mengatakan bahwa dana yang digunakan oleh DPMU hanya terhitung dari sekitar tujuh bulan kegiatan aktif perkuliahan luring saja. Selebihnya, selama kegiatan perkuliahan daring akibat pandemi tidak ada agenda yang menggunakan dana sama sekali, baik dana dari kampus maupun dana kas DPMU.

Selain agenda kerja upgrading, Ddiungkapkan Mayanno bahwa agenda kerja yang menggunakan dana paling besar adalah salah satu agenda milik Komisi A, yaitu seminar terkait dengan Omnibus Law.

“Karena ada tiket pesawat di sana dan mendadak ada pandemi. Jadi, kegiatannya belum sempat terlaksana, tapi secara data itu yang paling besar,” tulis Mayanno.

Saat ditanyai terkait rincian penggunaan dana selama satu periode, Mayanno mengaku belum bisa memberikannnya karena dari empat komisi dalam DPMU, baru satu komisi yang menyerahkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), yaitu Komisi A. Meski begitu, pihak DPMU menyatakan siap untuk memublikasikan transparansi penggunaan dana selama satu periode.

Kami sempat menghubungi Bendahara BEMU untuk menanyakan hal yang sama, namun hingga berita ini diterbitkan (15/01), tidak ada respons dari yang bersangkutan. Begitu pula ketika kami menghubungi Wakil Ketua BEMU Siti Aminah, ia hanya sempat menjawab pesan kami satu kali, setelahnya hanya dibaca saja.

Penulis: Mei Alfika

Penyunting: Yusuf Bastiar

Persma Poros

Persma Poros

Menyibak Realita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.